Seharusnya para pejabat, politisi hingga aparat pemerintah yang belajar ke masyarakat tentang nasionalisme, kepedulian dan taat administrasi.
Pemerintah kembali meluncurkan program kependudukan terbaru berlabel e-KTP. Sebagaimana dikutif di http://www.e-ktp.com, e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.
Kabarnya program e-KTP itu dikorupsi? Malas menulis tentang itu karena sepertinya selalu ada dugaan korupsi setiap proyek pemerintah yang melibatkan masyarakat secara luas ini. Lihat saja, saban hari di negeri ini selalu dipertontonkan ulah dan ucapan pejabat, tokoh maupun politisi saling tuding praktik keji itu.
Lebih menarik mengamati e-KTP itu dengan antrean masyarakat di kantor-kantor kecamatan. Memang, bulan-bulan ini, bulan sibuk bagi masyarakat. Para “akar rumput” itu dengan sabar mendatangani Kantor Kecamatan setelah mendapat undangan pengambilan data e-KTP.
Dengan muka polos dan tanggung jawab, mereka rela antre sekadar untuk difoto, discan tanda tangan, diambil sidik jari dan retina maupun data pribadi lainnya.
Mereka tidak ribut meski harus menunggu berjam-jam, hingga pukul 01.00 dini hari. Tua muda pria wanita, penuh semangat menyukseskan program pemerintah tersebut.
Semua penuh semangat. Bahkan, bagi kaum manula yang berjalan saja menggunakan tongkat hingga sidik jarinya tidak terbaca mesin scan lagi karena kulitnya telah keriput.
Bandingkan jika para petinggi yang berurusan. Selalu berupaya mencari jalan pintas atau ingin cepat sambil beralasan waktunya sangat berarti.
Seharusnya para pejabat, politisi hingga aparat pemerintah yang belajar ke rakyat tentang nasionalisme, kepedulian dan taat administrasi. Itu lebih bermakna dibandingkan seminar, sosialisasi atau ceramah yang kerap mereka lakukan.
Kenapa artikel ini warna-warni? Saat menulis, hujan gerimis mengguyur di luar sana. Semoga ada pelangi di cakrawala nanti.
6 Oktober 2011 pada 11:32 pm
wakakaka… tetep aja ruwet ketinggalan jaman