Kematian yang Terlalu Pagi (lagi)
serasa kemarin….
kita berdua tertawa
kemudian berencana menguntai cerita
menjadi pelangi kehidupan
serasa kemarin….
adink tersenyum sendiri
kemudian ku cium pipi dan keningnya
sesaat sebelum kain putih bersih menutup seluruh rupanya
serasa kemarin….
ku berurai air mata sendiri
kemudian menerima ragamu
mengembalikan ke tanah tempat kita berasal
dan hari ini….
tepat setahun kepergianmu
semoga air mata dan kerinduan ini
menjadi untaian do’a nan tiada terputus.
Alm Gatot Maulana (24 Mai 89-27 April 08)
*SD Telaga Biru 7 Bjm, SD Bjb Utara 1, SMP 1 Bjb, SMA 1 Bjb, Sipil FT Unlam*