“Kaum” Cilik Pengantar Tasbih
Jika Anda menuju atau pulang dari Banjarmasin, kemudian ingin beristirahat sejenak atau ingin menunaikan sholat, maka Langgar Darussa’adah Jl A Yani Km 15.600 Gambut bisa jadi menjadi salah satu pilihan.
Lalu apa menariknya, apalagi di sekitar kawasan itu pun banyak bertebaran langgar? Ada yang berbeda jika Anda singgah di sini. Setiba di sana, Anda akan disapa oleh dua orang anak yang secara sukarela membersihkan langgar ini. Pekerjaan seperti ini dikenal dengan sebutan “kaum” langgar.
Baru saja melepas sepatu atau sandal, kemudian menuju ke tempat wudhu, maka alas kaki Anda akan ditata oleh mereka.
Kemudian masuk ke dalam, tentu saja Anda dapat langsung sholat. Nah, selang beberapa saat setelah anda mengangkat takbir, maka “kaum” cilik ini langsung meletakkan tasbih di samping Anda.
Saya sempat berbincang dengan dua orang anak itu. Sengaja tidak menanyakan nama “kaum” cilik agar saya dan Anda tetap menjadi penasaran.
“Kaum” langgar ini mengaku bekerja di langgar setiap hari sepulang sekolah sekira pukul 14.00 hingga pukul 18.00. Seorang “kaum” cilik ini mengaku kelas VI SD dan telah menjalani aktivitas itu selama 2 tahun. Sebenarnya, ayahnya yang “kaum” resmi langgar itu.
“Kaum” cilik lainya mengaku baru setahun menjalani aktivitas membersihkan rumah Allah itu.
Berapa upah jasa mereka? Mereka mengaku tidak mendapat upahnya. Kecuali jika ada jamaah yang secara suka rela memberikan uang kepada “kaum” cilik.
Lalu kapan “kaum” cilik ini bermain? “Ya, bermain di sini berdua,” ujar mereka. Karena itu pula, pada saat jamaah lagi sepi, mereka pun terlihat bermain berdua.