Mawar Ungu untuk Mama

Bunga, terutama bunga mawar memang selalu diidentikkan dengan kasih sayang dan perhatian.

Namun sejak dulu, saya sama sekali tidak tertarik mengirimkan bunga mawar kepada siapa pun sebagai pertanda saya menyayanginya.

Namun kejadian pada Sabtu (14/2) malam lalu, benar-benar menyadarkan tentang makna mawar ungu.

mawar biru naila hanun Saat itu, sebelum pulang ke rumah tumbuh di Landasan Ulin, saya beserta istri dan anak singgah ke minimarket di Banjarmasin. Kebetulan susu dan popok Naila Hanun habis sehingga harus membeli peralatan wajib bidadari kecil itu.

Namun Naila Hanun, bidadari kecil berusia 3 tahun itu sama sekali tidak tertarik mendatangi rak susu atau popok atau permen Yupi kesenangannya.

Dia malah terhenti di meja dekat kasir. Dia merengek minta dibelikan satu mawar ungu plastik dibungkus plastik putih yang disusun berjejer di meja itu. Maklum, saat itu (bagi sebagian orang) masih dalam nuansa Hari Kasih Sayang.

Karena menilai sebagai benda tak berguna dan paling-paling beberapa jam saja bunga mawar ungu itu dirusak Naila Hanun, maka saya menolak. Namun Naila Hanun tetap merengek. Tidak ingin berpanjang, saya pun membolehkan dia mengambil bunga mawar ungu seharga Rp8 ribu.

Namun yang dilakukan Naila Hanun selanjutnya benar-benar membuat saya trenyuh. Sambil membawa mawar ungu  itu, dia berjalan menemui mamanya. “Ini bunga untuk mama,” ujar Naila Hanun dengan suara cadel. Saya terdiam dan saya tahu, hati istri saya sedang berbunga-bunga dengan hadiah itu.

Dan ternyata hingga malam ini (18/2), mawar ungu untuk mama itu masih belum dirusak Naila Hanun. Padahal biasanya, mainannya misalnya terompet tahun baru hanya berumur beberapa jam saja.

Naila Hanun…Naila Hanun…satu hal yang bapa pelajari dari sikap usil…

Satu Tanggapan ke “Mawar Ungu untuk Mama”

  1. bagus donk, anak kecil saja sudah pinter begitu
    pasti sayang mama banget yah nak??

Tinggalkan Balasan